Perasaan Itu Namanya 'Lega'
Ah, rasanya sangat melegakan. Ketika aku mengingatmu, hatiku sudah tidak berdebar lagi. Sudah tidak merasakan sakit lagi. Sudah tidak meringis oleh kenyataan bahwa aku tak bisa melupakanmu lagi. Sepertinya untuk beberapa saat kedepan, aku akan berdamai dengan hati. Aku berharap akan bertahan lama. Semoga saja.
Ternyata begini rasanya, saat semuanya kembali pada keadaannya masing-masing. Hatiku yang tak lagi tersakiti. Otakku yang tak lagi dipenuhi oleh bayangmu. Dan juga sekarang aku bisa tersenyum akan keadaan hati dan otak yang sudah berdamai. Aku tidak tahu berapa lama semua ini akan bertahan. Tidak tahu kapan berakhir. Namun aku mencoba menikmati keadaan yang damai ini.
Ternyata untuk mencapai semua ini membutuhkan waktu yang lumayan panjang. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tak semudah diucapkan dibibir. Dan tak semudah apa yang difikirkan. Saat ini hatiku sudah tidak merasakan apa-apa. Otakku sudah tidak memikirkan apa-apa. Mereka berdua sedang berdamai untuk beberapa waktu kedepan. Sangat menyenangkan melihatnya. Aku dengan keadaan baik, dan merekapun sama.
Hai hati, benar kan, kamu sudah tidak merasakan apa-apa? Tidak menyembunyikan sesuatu yang akan membuatku sakit lagi? Bagaimana dengan otak? Apakah kau juga sudah tidak menyimpan kenangan buruk yang pernah terjadi? Jangan berbohong kalau kamu belum menghapus semuanya dari ingatanmu. Aku tidak bisa kalian bohongi. Kenyataannya, akulah pemimpin untuk diriku sendiri. Aku mengetahui apapun walaupun kalian mencoba menutupi.
Hati dan otak, jika memang belum mampu untuk berdamai, jangan dipaksakan. Itu semua akan membuatku berujung sakit. Berujung kedalam jurang yang sama. Jangan berakhir mengkhianati jika memang tak bisa. Aku akan mencoba memahami, walaupun aku sudah lelah untuk memahami.
Semua ini membuatku tidak tahu harus melakukan apa. Mencoba mengambil tindakan namun takut membuat semakin kacau. Sangat serba salah. Aku hanya mampu berdiam lagi, dan lagi. Sampai kita semua dapat berdamai dengan pasti. Sampai kita dapat menerima semuanya tanpa ada sakit lagi. Jangan lupa, selama apapun waktu untuk berdamai, aku masih akan tetap menunggu.
.
.
Komentar
Posting Komentar