Mati Rasa
Dahulu, saat kau tiba-tiba pergi dalam hidupku, semesta seperti berhenti berputar, waktu yang bergerak seakan berhenti, dan semuanya tak bisa ku mengerti
Aku bertanya-tanya sendiri walaupun tak tahu jawaban, berusaha walaupun tak menghasilkan, namun waktu terus berjalan, tak bisa ku hentikan, dan tak bisa meninggalkan
Memang benar jika waktu adalah penyembuh alam, butuh waktu lama memang, tapi tidak apa-apa
Berkat waktu, sekarang aku sudah mulai tidak merasakan apa-apa, tidak berharap kepada manusia, yang jika dia tiba-tiba datang, dan ketika dia tiba-tiba pergi, aku tetap baik-baik saja
Perasaanku sudah mati, atau mungkin sedang beristirahat?
Entah sampai kapan, aku hanya menikmati perasaan yang tenang ini
Karena berharap kepada manusia, adalah seni untuk menyakiti diri sendiri
Tak apa-apa ya, jika saat ini harus merasakan sepi yang tak berujung
Kan aku punya Tuhan, yang selalu dekat, namun aku yang terkadang jarang mendekat. . .
Karena berharap kepada manusia, adalah seni untuk menyakiti diri sendiri
Tak apa-apa ya, jika saat ini harus merasakan sepi yang tak berujung
Kan aku punya Tuhan, yang selalu dekat, namun aku yang terkadang jarang mendekat. . .
Bekasi,
Komentar
Posting Komentar