Di Balik Senyuman
Akhir-akhir ini banyak sekali pertanyaan yang bersemayam dalam benakku. Menari-nari untuk menarik perhatianku. Membuat agar aku tak bisa melarikan diri atas semua pertanyaan yang ada dalam benakku
Sangat menyiksaku. . .
Pertanyaan yang selalu berujung padamu, perasaan yang selalu berakhir denganmu. Dan lagi-lagi, rindu ikut andil dalam pertanyaan itu. Rindu yang sangat ingin bertemu denganmu
Aku sangat penasaran, kemana perginya senyummu itu. Senyum yang mulai jarang kau tunjukkan, senyum yang mulai menghilang, senyum yang akhir-akhir ini selalu menunjukkan akan lelahnya menjalani kehidupan. Yang aku lihat saat ini hanyalah senyuman sendu. Aku terenyuh melihatnya. . .
Pertanyaan selalu melintas dalam benakku ketika aku melihat senyummu saat ini. Apakah kamu baik-baik saja? Saat ini senyumanmu tak menunjukkan bahwa kau baik-baik saja
Seberapa berat kehidupan yang kau jalani sampai membuat senyummu berubah?
Seberapa kuatnya kamu menahan semua bebanmu?
Aku ingin memelukmu,
Mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Aku akan selalu ada disampingmu. Walaupun aku tahu kalau aku tak berpengaruh apa-apa dalam hidupmu. Aku sadari itu. . .
Nyatanya aku terlalu memikirkan keadaanmu. Sampai aku melupakan keadaanku sendiri. Bahwa aku hancur ketika aku memikirkan keadaanmu yang tak memikirkan keadaanku. . .
Bekasi,
Komentar
Posting Komentar