Waktu

 Jadi begini. . .

Bagaimana aku bisa terbiasa, jika sebelumnya kita sudah biasa saling mengisi kekosongan

Jangan salahkan aku jika aku belum bisa menerima semua ini. Aku membutuhkan waktu. Mungkin akan memakan waktu yang sangat lama

Bukannya aku menyerahkan semuanya kepada waktu. Namun usahaku untuk membiasakan ini tidak berjalan mulus sama sekali. Malah usahaku membuatku semakin tak bisa menjalani hari-hariku

Karna katanya, waktu bisa menyembuhkan segalanya

Sial!

Itu hanyalah omong kosong!

Namun aku berusaha untuk mempercayai itu

Kita dulu sepasang kekasih
Namun sekarang tidak lagi

Tapi ternyata,
Waktu juga mampu menghancurkan segalanya. Dahulu aku sangat senang ketika waktu mempertemukam kita. Namun sekarang waktu yang menghancurkan hubungan kita

Tapi lagi-lagi kini aku berusaha mempercayai waktu agar dapat menyembuhkan luka di hati

Waktu tidak bersalah,
Waktu hanya menjalankan tugasnya saja, tugas yang kadang menyakitkan, dan membahagiakan. . .





Bekasi,

Komentar