Catatan Untuk Hati yang Keras Kepala
Untukmu yang terpendam dalam hati,
Terima kasih pernah ada walaupun gak pernah kembali. Telah ku lalui hitam putih kehidupan ini. Masih kuat ingatanku tentang bagaimana meronanya wajahku ketika melihatmu. Walaupun kamu tak mengetahuinya
Aku hanya mencuri pandang, menatapmu secara diam-diam. Tak mampu rasanya bila aku harus menatapmu dengan jarak yang dekat
Hanya menatapmu diam-diam saja itu sudah menjadi kebahagian untukku. Kamu telah membawaku masuk kedalam duniamu, tanpa kau sadari tentunya
Kamu hadir dalam mimpiku. Berubah menjadi seorang pangeran yang ada di negeri dongeng. Kamu mendekatiku. Menatapku dengan lembut. Dan memberika senyuman termanis yang kau punya
Namun hatiku sakit. Saat ku tahu semua itu hanyalah mimpi
Untukmu yang terpendam dihati. Apa yang harus aku lakukan ketika aku melihatmu bersama dengan perempuan lain?
Cemburu? Sudah jelas.
Tapi aku bukan siapa-siapa kamu
Apakah rasa ini benar?
Apa yang harus aku lakukan ketika rasa di hati ini semakin dalam, dan aku tak tahu bagaimana cara untuk menghentikannya
Untukmu yang pernah hadir,
Rasa dalam hati ini belumlah padam, masih seperti dulu. Saat entah sejak kapan rasa ini mulai, dan aku tak tahu bagaimana caranya untuk berhenti. Kamu begitu jauh untukku gapai
Untukmu yang pernah hadir,
Luka yang kau buat belumlah sembuh dengan sendirinya juga. Aku masih begitu keras kepalanya untuk terus mengejarmu yang berlari jauh didepanku
Aku sudah di kalah di garis start. Tapi aku malah mencoba sampai garis finish. Membuatku hanya mendapatkan luka
Untukmu yang ada dihati,
Aku sudah melepaskanmu. Butuh beberapa waktu memang untuk membuatku terbiasa. Tapi berkat waktu, rasa itu perlahan menghilang. Walaupun terkadang tiba-tiba aku mengingatmu. Tapi sekarang itu tidak menyakitiku
Untukmu yang sedang berada entah dimana. Sekarang aku sudah baik-baik saja. . .
Bekasi,
Komentar
Posting Komentar