Desember: Rasanya Sangat Sulit
Desember. . .
Aku tidak tahu ternyata kau sudah menyiapkan sebuah hadiah yang sepertinya tidak akan pernah bisa aku lupakan. Hadiah yang mampu membuatku hancur dalam sekejap. Membuatku tak bisa berkata satu katapun. Dan mampu membuatku jatuh, sejatuh jatuhnya. . .
Desember. . .
Rencananya bulan ini aku ingin membuat kenangan indah bersamamu. Namun kau malah membuat rencanaku hancur berantakan. Aku tidak menyalahkanmu. Aku tidak membencimu. Aku hanya tidak menyangka saja, sesuatu yang tidak pernah ku bayangkan, ternyata malah datang menghampiriku
Sangat lucu. . .
Desember. . .
Seberusahanya aku untuk membencimu, nyatanya aku tak mampu. Walaupun kau sudah menyakiti begitu dalam, dan membuatku sangat hancur. Walaupun semua orang tidak tahu bahwa aku sedang hancur
Desember
Aku masih mencari cara untuk menyembuhkan luka yang sudah kau perbuat. Seperti orang gila yang kehilangan akalnya walaupun ia tak ingin. Membuatku kelelahan. Dan membuatku hancur kembali
Desember. . .
Pada malam seperti ini. Aku selalu mengherharapkan walaupun itu tak bisa aku harapkan. Mencoba bertahan walaupun berujung dengan kekalahan
Kupikir air mataku sudah mengering. Namun kemarin sore sampai malam, air mataku kembali mengalir tak ada hentinya
Aku sampai lupa, kapan terakhir kali aku menangis sehisteris seperti kemarin. Rasanya sangat menyesakkan, dan membuatku kelelahan. . .
Aku sendirian di bulan Desember ini. Aku mencoba mencari-cari siapa yang akan perduli padaku. Dan aku tersadar, bahwa sejak awal aku memang sudah sendirian
Di penghujung jalan. Aku berjalan sendiri melewati kenyataan yang menyakiti hati. . .
Bekasi,
Komentar
Posting Komentar