Aku Pamit

 Kemarin masih ada ragu di hatiku, kamu memang tidak bilang jika ingin asing, namun dari sikap mu yang terlihat, seakan-akan mengatakan untuk menyuruhku pergi, dan mengatakan bahwa jika kita lebih baik asing. Namun dari perkataanmu yang sangat meyakinkan, seolah-olah jika aku penting bagimu, membuatku bingung harus bagaimana. Aku bingung memahami maksud dari sikap dan omonganmu yang bertolak belakang, aku bingung harus mengambil keputus apa, aku takut jika nanti aku akan menyesal di kemudian hari. Namun setelah berpikir berkali-kali, mendamaikan hati dan otak agar sejalan dengan keputusan yang di pilih, walaupun sangat lelah untuk memikirkannya, jadi, aku memilih untuk mengakhiri hubungan ini dan memilih asing. Tak mengapa jika aku yang menjadi orang jahat di hubungan kita.

Tak mengapa jika kamu merasa bahwa aku orang yang tidak punya perasaan. Mungkin pada awalnya sidikit atau mungkin sangat menyakitkan, namun jika terus bertahan dalam kebingungan ini, itu hanya akan membuat hati kita sakit seiring berjalannya waktu. Jadi, dari pada harus merasakan sakit yang semakin menumpuk dari waktu ke waktu, aku berpikir lebih baik merasakan sakit di satu waktu. Agar semuanya lebih jelas, agar semuanya dapat di obati lebih cepat, walaupun mungkin untuk sembuh membutuhkan waktu. 

Jadi, aku harap, kamu tidak begitu tersakiti, karena nyatanya aku yang tersakiti disini. Aku yakin kamu akan cepat pulih, aku yakin kamu akan cepat mendapatkan sosok yang kamu inginkan sesuai apa yang kamu mau. Maaf jika tak ada kata perpisahan, karena jika ada, aku yakin responmu akan kembali membuatku kebingungan. Jadi, aku pamit, yah? Jaga diri baik-baik, jangan lupa jaga sholatnya, jangan lupa makan, jangan lupa istirahat, jika bisa, jangan terlalu sering merokok, tolong kurangin merokoknya, yah?

Aku pamit, selamat tinggal.
Sampai jumpa di kesempatan yang entah itu kapan 😊

Komentar

Postingan Populer