Januariku, tolong beri tahu aku bagaimana caranya untuk sembuh?

 Januari. . .

Terima kasih sudah mau bertahan di bulan ini. Terima kasih sudah berusaha untuk menerima takdir yang mungkin tak disukai. Terima kasih sudah mau berdamai dengan hati, walaupun nyatanya menyakiti

Untukku yang sudah berusaha walaupun tak dihargai oleh manusia, tak mengapa, karena mereka tidak penting untuk kehidupan di masa depan

Di bulan Januari ini, mungkin aku berniat untuk mengakhiri semuanya, tapi nyatanya tak semudah itu. Rasa sakit yang tak kunjung sembuh membuatku menderita seorang diri, tak ada yang menemani, dan tak ada yang mengerti. Rasanya menyesakkan melihat manusia yang menyakiti hati, terlihat sedang jatuh hati kembali. Tak ada yang bisa aku ajak berbicara perihal hati, karena aku tak pandai untuk mengutarakan apa yang dirasakan oleh hati. Jadi, aku lebih memilih untuk pergi dalam diam, memperhatikan dalam diam, dan merayakan kesembuhan pun dalam diam. Mungkin sikapku terlihat seperti seorang penjahat, tapi tak mengapa, aku tidak apa-apa jika harus di sebut sebagai seorang penjahat lagi. Aku akan tetap diam walaupun kenyataannya tidak seperti itu

Aku tahu jika sikapku sulit untuk di terima oleh manusia, maka dari itu, aku sangat berterima kasih kepada manusia yang mampu bertahan bersama ku sampai saat ini. Sulit untuk mengekspresikan rasa terima kasihku, sama halnya dengan perasaanku yang sangat sulit untuk aku utarakan

Begitu memusingkan untuk mengerti apa kemauan hati. Aku mencoba mengikut sertakan logika dalam segala hal, namun tetap saja perasaan dan logika tetap bergerak secara terpisah. Aku membohongi hatiku agar terlihat baik-baik saja, karena aku tidak ingin dikasihani oleh manusia yang tak mengerti apa yang aku rasakan

Setiap hari aku selalu meyakinkan hatiku agar sejalan dengan logikaku, namun tetap saja sangat sulit. Aku ingin menghilang, kemana pun asal tidak disini. Karena bagiku, hari-hari amat sangat berat dan menyesakkan. . .




Bekasi,

Komentar

Postingan Populer