Mendung yang Hangat
Kita bertemu di persimpangan waktu, bukan rencana, bukan juga takdir yang ditunggu.
Kau datang seperti senja di hari mendung, tak terang, tapi cukup untuk dilihat.
Kita bicara, tertawa, saling cerita, seolah dunia menyusut jadi hanya berdua.
Tanpa janji, tanpa harapan, hanya dua hati yang saling mengisi kekosongan.
Namun waktu tak memberi ruang untuk tetap, dan kita pun pelan-pelan melepas langkah.
Dari dekat menjadi jauh, dari akrab menjadi tak tahu.
Kini, hanya nama yang samar di ingatan, tanpa kisah yang bisa diceritakan.
Kita pernah mengenal, tanpa rencana, dan berakhir asing… seolah tak pernah ada. . .
Namun waktu tak memberi ruang untuk tetap, dan kita pun pelan-pelan melepas langkah.
Dari dekat menjadi jauh, dari akrab menjadi tak tahu.
Kini, hanya nama yang samar di ingatan, tanpa kisah yang bisa diceritakan.
Kita pernah mengenal, tanpa rencana, dan berakhir asing… seolah tak pernah ada. . .
Komentar
Posting Komentar