Aku yang selalu di tinggalkan di ujung janji

 Cinta pernah singgah di dadaku seperti musim semi yang mekar terlalu cepat. Ia datang membawa janji, menggenggam tanganku dengan hangat, lalu perlahan melepaskannya tanpa aba-aba. Berkali-kali aku percaya pada mata yang sama, mata yang bersumpah akan setia, namun diam-diam mencari pelabuhan lain. Diselingkuhi bukan hanya tentang kehilangan seseorang, tapi tentang retaknya cermin kepercayaan yang susah payah kususun dari serpihan keberanian.

Setiap pengkhianatan terasa seperti hujan deras yang turun di atas rumah yang belum selesai kubangun. Aku berdiri di bawahnya, basah oleh harapan yang tak sempat menjadi nyata. Bertanya pada diri sendiri, kurangku di mana? Apa cintaku tak cukup luas untuk ditinggali? Padahal aku telah memberi tanpa menghitung, mencintai tanpa cadangan, dan memperjuangkan tanpa jeda.

Lalu dua kali aku harus menelan kenyataan paling pahit, namanya terucap dalam akad yang bukan bersamaku. Dua kali aku belajar bahwa doa yang kupanjatkan belum tentu berlabuh di takdir yang sama. Ada perih yang tak bisa dijelaskan, ketika orang yang dulu memanggilku “masa depan” justru berjalan menuju masa depan yang lain. Rasanya seperti menyaksikan rumah impian dihuni orang lain, sementara aku masih memegang kuncinya yang tak lagi berguna.

Namun dari reruntuhan itu, aku belajar tentang harga diri. Bahwa mungkin aku bukan ditinggalkan karena tak layak, tapi karena Tuhan menyelamatkanku dari cinta yang tak pernah benar-benar memilihku. Luka-luka ini memang belum sepenuhnya sembuh, tapi ia mengajarkanku satu hal: cinta yang sejati tidak akan membuatku merasa bersaing, tidak akan membuatku merasa diganti.

Dan suatu hari nanti, ketika hatiku kembali berani membuka pintu, semoga yang masuk adalah seseorang yang tidak sekadar singgah. Seseorang yang datang bukan untuk menguji kesabaranku, tapi untuk menetap. Yang tidak membuatku ragu setiap malam, tidak membuatku bertanya setiap pagi. Yang memelukku dengan kepastian, bukan kemungkinan.




Bekasi,

Komentar

Postingan Populer