Dear My Future Honey

 Kalau suatu hari nanti kamu merasa aku terlihat biasa saja, tidak banyak bicara soal perasaan, atau tidak sehangat yang kamu harapkan, tolong jangan buru-buru menyimpulkan bahwa aku tidak mencintaimu. Aku hanya butuh waktu. Bukan karena rasaku setengah-setengah, tapi karena aku belajar mencintai dengan hati-hati. Aku pernah terlalu cepat membuka semuanya, dan yang tersisa hanya aku yang memunguti serpihan diri sendiri.

Aku memang tidak pandai merangkai kata manis setiap saat. Kadang perasaanku lebih nyaman tinggal di dalam dada daripada keluar lewat ucapan. Aku butuh proses untuk benar-benar yakin, untuk benar-benar merasa aman. Waktu yang kita habiskan bersama sangat berarti untukku, karena dari situlah aku belajar percaya lagi. Dari obrolan kecil, dari diam yang tidak canggung, dari cara kamu memperlakukanku ketika aku tidak sedang baik-baik saja.

Percayalah, kalau aku sudah memilihmu, itu bukan pilihan yang main-main. Aku tidak mudah menjatuhkan hati, apalagi setelah apa yang pernah aku lewati. Jadi ketika aku memutuskan berjalan bersamamu, itu artinya aku sudah menimbang banyak hal. Aku mungkin tidak selalu pandai menunjukkan cinta dengan kata-kata besar, tapi aku menunjukkannya dengan bertahan, dengan setia, dengan tetap tinggal.

Jadi kalau suatu saat kamu ragu, genggam tanganku sedikit lebih erat. Ingatkan aku bahwa aku aman bersamamu. Karena ketika aku sudah merasa aman, aku akan mencintaimu dengan cara yang mungkin tidak berisik, tapi dalam. Tidak berlebihan, tapi sungguh-sungguh.




Bekasi,

Komentar

Postingan Populer